Our Approach
Kami tidak mulai dari modul, kami mulai dari kebutuhan.
Pendekatan BITAMA menghubungkan konteks bisnis, capability gap, learning objectives, pengalaman belajar, evidence, dan workplace application agar program tidak berhenti sebagai learning event.
Design Principle
Setiap aktivitas harus punya alasan.
Kami menggunakan kebutuhan dan objective sebagai titik acuan untuk menentukan konten, metode, aktivitas, assessment, dan reinforcement. Dengan cara ini, program dirancang bukan untuk menjadi “ramai”, tetapi untuk membantu peserta bergerak menuju capability yang dibutuhkan.
Context → Gap → Objective → Experience → Evidence → Application.
From Need to Performance
Lima langkah untuk menerjemahkan kebutuhan menjadi pengalaman pengembangan.
Diagnose
Understanding The Need
- Business context
- Performance gap
- Participants
- Success indicators
Design
Build The Intervention
- Learning objectives
- Architecture
- Methods
- Measurement
Develop
Create The Experience
- Content
- Business cases
- Simulation
- Assessment
Deliver
Activating Learning
- Facilitation
- Practice
- Feedback
- Reflection
Evaluate
Measure & Reinforce
- Evidence
- Action plan
- Follow-up
- Recommendation
Bitama Learning Framework
Enam prinsip yang menjadi filter dalam merancang learning experience.
Framework ini membantu menjaga agar desain tetap relevan, aktif, terarah, adaptif, terukur, dan dapat diterapkan.
B
Beneficial
Memberikan manfaat yang jelas terhadap capability atau performance yang ingin dikembangkan
I
Interactive
Peserta aktif berdiskusi, mencoba, memecahkan kasus, berlatih, dan menerima feedback.
T
Targeted
Konten dan metode dipilih berdasarkan learning objective, bukan sekadar karena menarik.
A
Adaptive
Pendekatan disesuaikan dengan karakter peserta, level capability, dan konteks organisasi.
M
Measurable
Pembelajaran dirancang agar perkembangan peserta memiliki evidence yang dapat diamati.
A
Applicable
Peserta tidak hanya mengetahui what, tetapi mampu menerapkan how pada konteks nyata.
What We Customize
Tailor-made berarti lebih dari sekadar penyesuaian materi.
Customization terjadi pada keputusan desain yang memengaruhi relevansi dan efektivitas program.
01 / Context
Business priorities, situasi organisasi, role, industri, dan real cases yang relevan.
02 / Participant
Level pengalaman, capability awal, karakter kelompok, dan konteks pekerjaan peserta
03 / Experience
Metode, case, simulation, practice, discussion, assessment, dan format delivery
04 / Evidence
Output, observed practice, action plan, workplace application, atau bentuk evidence lain yang relevan
Development Architecture
Kedalaman intervensi mengikuti besarnya perubahan yang ingin dicapai.
Essential
Focus on a Skill
Untuk kebutuhan capability yang fokus dan spesifik.
- Workshop
- Practice
- Tools / job aids
Learning event yang terarah.
Acceleration
Build Role Capability
Untuk role yang membutuhkan kombinasi beberapa capability.
- Assessment
- Multiple modules
- Application
- Review
Development journey.
Comprehensive
Build Organizational Capability
Intervensi terintegrasi untuk menghasilkan perubahan pada kelompok atau organisasi yang lebih luas.
- Assessment
- Learning journey
- Coaching
- Project application
- Reinforcement
- Evaluation
Measurement Philosophy
Measurement dimulai dari pertanyaan, evidence apa yang benar-benar berguna?
Kami tidak memaksakan satu bentuk evaluasi untuk semua program. Measurement disesuaikan dengan objective, level intervensi, durasi, serta akses terhadap evidence yang realistis.
Possible evidence
- Knowledge atau understanding check
- Observed practice / simulation
- Participant output
- Action plan / workplace assignment
- Manager atau coach feedback
- Business or behavior evidence bila scope memungkinkan
Design The Right Intervention
Punya kebutuhan, tetapi belum yakin bentuk programnya ?
Mulai dari konteks dan perubahan yang ingin dicapai. Kami dapat membantu memetakan objective, opsi intervensi, serta evidence yang masuk akal untuk program Anda.
Initial discussion • No obligation