Is Business Model Canvas Still Relevant or is it Overated ?

IS BUSINESS MODEL CANVAS STILL RELEVANT OR IS IT OVERRATED?: UNDERSTANDING HOW TO CREATE AN EFFECTIVE BUSINESS MODEL CANVAS TO MAKE YOUR BUSINESS VISIBLE & FLOURISH AMONGST THE CROWDED MARKET PLACE

Apakah merek Anda benar-benar dirancang untuk tampil beda, atau justru hanya melebur di tengah hiruk-pikuk persaingan?

Pebisnis pemula seringkali hanya memikirkan cara membuat produk atau layanannya menonjol di pasar hingga menjadi viral. Namun, fokus ini bisa menjadi masalah fatal jika tidak diimbangi dengan perencanaan yang matang, karena bisnis tidak akan bertahan lama. Untuk membantu menyusun struktur bisnis secara tepat, Anda dapat menggunakan kerangka kerja yang dikenal sebagai Business Model Canvas (BMC).

Di sini kami akan mengupas tuntas alasan Business Model Canvas (BMC) berperan penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis Anda. Pembahasan meliputi definisi BMC, beragam kegunaannya, relevansinya terhadap perkembangan pasar yang dinamis, hingga panduan cara membuat BMC bagi pemula beserta dengan elemen-elemen yang terdapat dalam sembilan poin BMC tersebut.

DESKRIPSI BUSINESS MODEL CANVAS

Business Model Canvas adalah senjata rahasia yang dibutuhkan setiap bisnis untuk mengungguli para pesaing agar bisnis Anda mampu mengimbangi atau bersaing dengan para pesaing Anda sehingga dapat bertahan di pasar atau market yang sangat padat. Tapi sebelum itu, kita harus memahami apa itu Business Model Canvas, fungsi dan tujuan dan kegunaannya dalam membangun sebuah bisnis. 

Secara definisi Business Model Canvas atau BMC hadir sebagai metode analisis visual yang membantu organisasi mendefinisikan dan memahami struktur bisnis mereka secara lebih mudah. Dengan menyajikan komponen bisnis di atas satu lembar kanvas, kerangka ini memfasilitasi proses penjabaran, pemetaan, serta penilaian terhadap jalannya bisnis secara menyeluruh. Lebih dari sekadar alat pemetaan, BMC juga berfungsi sebagai instrumen transformasi strategis yang memungkinkan pelaku usaha melakukan penyesuaian dan inovasi model bisnis demi meningkatkan performa serta daya saing secara berkelanjutan.

RELEVANSI BMC DALAM BISNIS

Ini adalah kerangka kerja atau framework yang secara konsisten terbukti sangat bermanfaat. Namun, apakah BMC masih relevan seperti yang kita kira, atau justru sudah dianggap overrated dari yang sebenarnya?

Pada dasarnya BMC bukanlah instrumen yang berlebihan (overrated), melainkan seringkali keliru dengan diterapkannya sebagai rencana strategis yang menyeluruh. Padahal fungsi utamanya adalah sebagai media brainstorming yang praktis dan dapat dipakai secara langsung di dunia nyata. Anggapan bahwa BMC terlalu diunggul-unggulkan muncul akibat beberapa keterbatasan mendasar. Diantaranya adalah:

Pertama, terjadi penyederhanaan berlebihan (oversimplification), di mana dinamika bisnis yang rumit dipangkas hanya ke dalam sembilan kotak blok utama. Hal ini yang mengakibatkan pengabaian analisis operasional dan lanskap kompetisi (competitor landscape) yang kurang mendalam.

Kedua, kerangka ini minim fokus terhadap peta persaingan. Ini disebabkan karena BMC cenderung mengarah pada faktor internal seperti sehingga sering kali melewatkan ancaman seperti kompetitor, dinamika pasar, dan pergeseran tren industri.

Ketiga, BMC mentoleransi asumsi yang berisiko karena membiarkan pengguna memasukkan berbagai hipotesis tanpa mewajibkan adanya validasi data atau bukti empiris yang kuat untuk mendukung atau backing asumsi tersebut.

PANDUAN PEMBUATAN BMC

Terlepas dari semua ini BMC masih sangat relevan dan bermanfaat untuk pebisnis, terutama yang masih dalam fase pemula. Sebagian orang masih merasa kesulitan menyusun Business Model Canvas mereka sendiri. Namun, jangan khawatir; Bitama memiliki panduan langkah demi langkah yang mudah dipahami dan dicerna.

Mengembangkan Business Model Canvas yang Efektif

  • Menetapkan Tujuan
  1. Memahami pentingnya mendefinisikan bisnis Anda.
  2. Memahami pentingnya pernyataan misi dan visi bagi sebuah bisnis.
  • Rencana Bisnis Anda
  1. Memahami alasan penyusunan rencana bisnis.
  2. Mengidentifikasi dan menjelaskan bagian-bagian rencana bisnis.
  3. Memahami cara menggunakan rencana bisnis.

Pahami Kerangka Business Model Canvas

Key Partners
Siapa mitra atau pemasok terpenting kami?
Aktivitas utama apa yang mereka lakukan dalam memberikan nilai?
Dalam bentuk apa kami harus saling melengkapi?
Key Activities
Aktivitas utama apa yang dibutuhkan oleh proposisi nilai kita untuk menghasilkan aliran pendapatan?
Value Propositions
Apa nilai-nilai inti yang akan disampaikan kepada pelanggan?
Kebutuhan mana yang harus kita penuhi?
Apa janji kita kepada pelanggan?Apa yang kita jual?
Customer Relationships
Hubungan seperti apa yang diharapkan pelanggan untuk kita bangun dan pertahankan?
Bagaimana sebaiknya kita berinvestasi pada mereka?
Customer Segments
Untuk siapa kita menciptakan nilai?
Siapa pelanggan terpenting kita?
Menilai dan mengeksplorasi kekuatan serta kelemahan pelanggan
Key Resources
Sumber daya apa saja yang diperlukan untuk menciptakan dan menghadirkan proposisi nilai kita?
Channels
Titik sentuh mana yang paling efektif?
Di mana mereka bisa membeli produk kita?
Channels untuk Integrasi saluran dengan pelanggan
Cost Structures
Apa saja biaya terpenting untuk menciptakan dan menghadirkan nilai kita?
Sumber daya atau aktivitas mana yang paling mahal biayanya?
Biaya mana yang dapat kita meminimalkan atau pangkas?
Revenue Streams
Bagaimana pelanggan memberikan imbalan atas nilai yang kita berikan kepada mereka?
Metode pembayaranSeberapa besar kontribusi aliran pendapatan tersebut terhadap total pendapatan?

ELEMEN-ELEMEN PENYUSUN BMC

Breakdown dari 9 Poin dalam Business Model Canvas 

  1. Customer Segments: Bagian untuk memetakan target pengguna atau konsumen. Profil pelanggan diidentifikasi berdasarkan demografi, psikografi, hingga karakteristik khususnya.

Kategori di dalam customer segments

  • Mass Market: segmen pasar luas dengan jenis kebutuhan dan masalah yang sama.
  • Niche Market: segmen pasar yang spesifik.
  • Segmented: segmen pasar yang memiliki kebutuhan berbeda tetapi dalam satu kategori.
  • Diversified: segmen pasar yang memiliki kebutuhan atau masalah yang sangat berbeda.
  • Multi-sided Platform: melayani 2 atau lebih pasar segmen pasar yang saling tergantung.
  1. Value Propositions: Keunggulan serta nilai tambah produk yang menjadi solusi dan membawa manfaat nyata bagi segmen pelanggan. Value proposition adalah nilai jual yang kita tawarkan kepada pelanggan. Bagian ini wajib memuat keunggulan dan keunikan produk yang membedakannya dari kompetitor.

Kategori di dalam value proposition

  • Newness: produk atau jasa yang baru yang belum pernah ditawarkan sebelumnya biasanya banyak ditemukan di dunia teknologi.
  • Performance: produk atau jasa yang ditawarkan meningkatkan kinerja customer agar menjadi lebih efisien / lebih efektif.
  • Customization: produk atau jasa yang ditawarkan berbeda dan ada pilihan untuk setiap segmen yang memiliki kebutuhan yang beragam/berbeda.
  • Getting the Job Done: dengan membeli barang tersebut akan membantu customer menyelesaikan sesuatu.
  • Desain (Design): menawarkan nilai artistik lebih dr sekedar fungsional.
  • Status (Brand): brand atau merek yang high class memberi social status kepada pembelinya.
  • Harga (Price): menawarkan harga yang bersaing atau sesuai dengan ciri customer segmennya.
  • Hemat (Cost reduction): produk atau jasa yang ditawarkan membantu customer mengefisienkan biaya pemakaian.
  • Meminimasi Resiko (Risk reduction): menawarkan produk atau jasa yang meminimalkan risiko yang ditanggung customer seperti garansi.
  • Akses (Accessibility): mempermudah akses customer terhadap produk atau  jasa yang ditawarkan.
  • Kenyamanan (Convenience/usability): menawarkan produk atau  jasa yang nyaman dan cenderung mempermudah customer.
  1. Channels: Media atau sarana yang digunakan perusahaan untuk menyampaikan value proposition sekaligus berkomunikasi dengan target pasar. Pada dasarnya channels adalah cara Anda menjangkau customer. Tidak terbatas pada distribusi, tapi juga hal lainnya yang menyebabkan bisnis Anda dan customer bisa bersentuhan.

Kategori di dalam channels

  • Direct: sales force, web sales, own stores.
  • Indirect: partner stores, wholesaler.
  • Awareness: tahap awal menginformasikan ke customer.
  • Evaluation: cara membantu customer mengevaluasi value proposition yang ditawarkan.
  • Purchase: cara-cara customer melakukan pembelian.
  • Delivery: cara menyampaikan value proposition (produk/jasa) kepada customer.
  • After Sales: customer support setelah terjadi transaksi.
  1. Customer Relationships: Strategi dan cara perusahaan untuk menjalin hubungan, menjaga loyalitas, serta mengikat pelanggan. Anda gunakan customer relationships untuk berkomunikasi dengan customer segments. Banyak orang sering keliru membedakan customer relationship dan channels. Kuncinya ada pada kata relationship: customer relationship berfokus pada bentuk hubungan, sedangkan channels adalah sarana atau cara Anda menjangkau pelanggan.

Kategori di dalam customer relationships:

  • Transactional: beli putus saat itu juga.
  • Long-term: hubungan jangka panjang antara Anda dengan pelanggan.
  • Personal Assistance: Ada sales-rep yang melayani pelanggan Anda.
  • Self Service: Pelanggan melayani dirinya sendiri, biasanya di bisnis retail.
  • Automated Service: Pelanggan bahkan tidak perlu ke toko Anda, biasanya di bisnis SaaS.
  • Community: Anda menciptakan komunitas untuk pelanggan.
  • Co-Creation: Anda mengajak pelanggan menciptakan sesuatu untuk bisnis Anda.
  1. Key Resources: Daftar sumber daya strategis yang wajib dimiliki perusahaan demi mewujudkan value proposition mereka. Ini merupakan hal-hal paling penting yang harus Anda punyai agar key activities bisa dijalankan dan value proposition bisa diberikan pada customer.

Kategori di dalam key resources

  • Physical asset: fasilitas pabrik, gedung-gedung, kendaraan, mesin-mesin.
  • Intellectual: brand, hak paten, copyright, database customer dan database partnership, informasi rahasia perusahaan
  • Human: tenaga kerja
  • Financial: sumber daya keuangan perusahaan cash, credit, obligasi, saham
  1. Key Partners: Jaringan kemitraan yang mendukung operasional bisnis agar key activities berjalan lebih efisien dan efektif. Selain itu, key partners merupakan pihak-pihak yang dapat Anda kerjasama dengan tinjauan seperti:
  • Optimization and Economy: Dorongan untuk berkolaborasi agar alokasi sumber daya dan operasional lebih efisien, sebab perusahaan tidak harus menyediakan segala kebutuhan atau menjalankan seluruh aktivitas secara mandiri.
  • Reduction of Risk and Uncertainty: Upaya meminimalkan risiko dan ketidakpastian dalam menghadapi persaingan pasar.
  • Acquisition of Particular Resources and Activities: Langkah menguasai atau mengakuisisi entitas lain guna memperkuat kapasitas dan performa perusahaan.

Kategori di dalam key partners

  • Strategic Alliance between non-competitors: Kemitraan strategis yang dijalankan bersama perusahaan dari industri atau lini bisnis berbeda.
  • Coopetition: Kolaborasi yang dilakukan antarperusahaan yang saling bersaing di pasar.
  • Joint ventures to develop new business: Kerja sama beberapa pihak untuk mendirikan entitas bisnis baru.
  • Buyer-supplier relationship: Hubungan kemitraan berbasis transaksi jual-beli, umumnya ditujukan untuk mencapai efisiensi biaya dan skala ekonomi (economy of scale).
  1. Key Activities: Seluruh aktivitas utama dan kegiatan operasional yang dilakukan organisasi untuk menciptakan serta menyampaikan nilai produk.

Kategori di dalam key activities

  • Production: Kegiatan merancang, memproduksi, hingga mendistribusikan produk.
  • Problem Solving: Aktivitas operasional yang berfokus pada penyelesaian masalah, umumnya diterapkan di bisnis jasa seperti konsultan, rumah sakit, atau lembaga layanan.
  • Platform/Network: Sarana atau wadah yang menghubungkan dua atau lebih segmen pasar untuk saling berinteraksi, bertransaksi, dan membangun jejaring.
  1. Cost Structure: Rincian seluruh struktur biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan bisnis dan menghadirkan value proposition.

Kategori di dalam cost structure:

  • Cost-driven: Berfokus pada efisiensi biaya karena sangat sensitif terhadap perubahan harga bahan baku dan operasional.
  • Value-driven: Lebih mengutamakan nilai yang ditawarkan—seperti keunikan, nilai seni, status, atau gaya hidup—sehingga biaya produksi bukan menjadi perhatian utama.
  • Fixed cost: Beban biaya rutin yang besarnya konstan dan tidak dipengaruhi oleh volume produksi.
  • Variable cost: Biaya yang besarnya berfluktuasi secara proporsional sesuai dengan jumlah produk yang dihasilkan.
  1. Revenue Streams: Komponen krusial yang menjelaskan dari mana dan bagaimana bisnis mendapatkan pemasukan atau keuntungan. Revenue stream dalam BMC berisi dengan berbagai cara untuk menghasilkan keuntungan dari value proposition yang dimiliki oleh bisnis Anda. Sederhananya ini merupakan cara Anda mendapatkan duit atau penghasilan dari penjualan pada bisnis. 

Kategori di dalam revenue stream

  • Asset Sale: Penjualan hak kepemilikan atas produk fisik secara penuh.
  • Usage Fee: Tarif yang dikenakan kepada pelanggan berdasarkan durasi atau besarnya pemakaian produk/layanan.
  • Subscription Fees: Biaya yang dibayarkan secara berkala untuk mendapatkan akses berkelanjutan (berlangganan).
  • Lending / Renting / Leasing: Biaya atas hak penggunaan atau peminjaman suatu aset secara sementara dalam jangka waktu tertentu.
  • Licensing: Biaya lisensi untuk memperoleh izin penggunaan kekayaan intelektual, hak cipta, atau produk/jasa tertentu.

KESIMPULAN

Dengan membangun Business Model Canvas (BMC) yang kuat, bisnis Anda akan mampu bertahan di tengah dinamika pasar yang terus berkembang dan bergerak cepat. Menguasai penyusunan BMC secara strategis tidak hanya membantu Anda memahami bisnis sendiri, tetapi juga mengenali target audiens dan calon konsumen secara lebih mendalam.

Kami mengajak Anda untuk mengambil langkah besar berikutnya dengan menyusun Business Model Canvas Anda sendiri agar dapat terus berkembang di dunia bisnis. Kami menyediakan program mentor, pelatihan, konsultasi, serta lokakarya yang aplikatif dan transformatif untuk mendukung kemajuan serta pengembangan bisnis Anda.

Jelajah Program Function & Technical Competency kami untuk meningkatkan performa SDM Anda serta dengan perencanaan strategis ke tingkat selanjutnya dan wujudkan kesuksesan jangka panjang.

Bintang Talenta Utama (BITAMA) adalah partner pengembangan SDM dan organisasi yang memiliki spesialisasi dalam layanan Training, Coaching, Consultation dan Assesmen.

BITAMA memiliki pengalaman dan dipercaya oleh banyak perusahaan nasional dan multinasional dalam mengembangkan program. Kami juga memiliki banyak fasilitator dan konsultan yang memiliki pengalaman dan keahlian yang bervariasi.

Are You Ready to Grow?
Subscribe here to our Newsletter to get the latest news & exclusive Information!
Go to Top